MAKASSAR — SMP Negeri 5 Makassar terus memperkuat kepedulian peserta didik terhadap lingkungan melalui edukasi pemilahan dan pengelolaan sampah sejak dini. Langkah tersebut diwujudkan melalui kolaborasi dengan Kelurahan Pattunuang dan Tim Pemilahan Sampah Kecamatan dalam kegiatan edukasi yang digelar di lingkungan sekolah, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman mengenai jenis dan pengelolaan sampah, tetapi juga mengajak siswa terlibat langsung dalam praktik pemilahan sampah organik dan nonorganik. Pendekatan praktik diharapkan membuat siswa lebih mudah memahami bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di lingkungan sekitar.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian siswa adalah praktik pembuatan eco enzyme. Melalui kegiatan ini, siswa diperkenalkan pada salah satu bentuk pemanfaatan sampah organik sehingga tidak seluruhnya berakhir sebagai limbah yang dibuang.
Kepala SMPN 5 Makassar, Drs. Kaswadi, M.Pd., mengatakan pembentukan kebiasaan peduli lingkungan perlu dilakukan secara konsisten dan dimulai dari lingkungan sekolah.
“Praktik pemilahan dan pengelolaan sampah mulai kita biasakan di sekolah sebagai bagian dari dukungan terhadap program Wali Kota Makassar, khususnya gerakan pemilahan dan pengelolaan sampah dari sumber,” ujar Kaswadi.
Ia menambahkan, keterlibatan Kelurahan Pattunuang dan Tim Pemilahan Sampah Kecamatan memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang benar. Menurutnya, edukasi yang disertai praktik akan lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diarahkan untuk mengenali karakteristik sampah organik dan nonorganik serta memahami langkah sederhana dalam pengelolaannya. Sampah organik dapat dimanfaatkan melalui berbagai metode, sedangkan sampah nonorganik dapat dipilah untuk digunakan kembali atau disalurkan melalui sistem pengelolaan sampah yang tepat.
“Harapannya, anak-anak tidak hanya belajar memilah sampah di sekolah. Kebiasaan ini juga dapat mereka terapkan di rumah dan lingkungan tempat tinggal masing-masing,” lanjutnya.
Bagi SMPN 5 Makassar, edukasi lingkungan menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter. Kepedulian terhadap kebersihan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan gotong royong ditanamkan melalui kegiatan nyata yang melibatkan siswa secara langsung.
Kolaborasi dengan unsur pemerintahan di tingkat kelurahan dan kecamatan juga diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program. Dengan keterlibatan seluruh warga sekolah dan masyarakat, kebiasaan memilah sampah dari sumber diharapkan berkembang menjadi gerakan bersama dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.



Tinggalkan Balasan