MAKASSAR interaksipublik.id – SMP Negeri 16 Makassar mengisi bulan suci Ramadan 1447 Hijriah dengan berbagai kegiatan keagamaan melalui program Pesantren Ramadan yang digelar pada 2 hingga 5 Maret 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX sebagai bagian dari upaya sekolah menanamkan nilai-nilai religius dan karakter positif kepada peserta didik.
Kepala SMPN 16 Makassar, Amiruddin D, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa Pesantren Ramadan merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun untuk membina akhlak serta meningkatkan pemahaman keagamaan siswa selama bulan Ramadan.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan agama, tetapi juga membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, dan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui Pesantren Ramadan ini kami ingin menanamkan nilai-nilai keagamaan sekaligus membentuk karakter siswa agar menjadi pribadi yang berakhlak mulia, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat,” ujarnya.
Selama empat hari pelaksanaan, para siswa mendapatkan berbagai materi keagamaan seperti tadarrus Al-Qur’an, praktik shalat, pemahaman tentang puasa Ramadan, tata cara bersuci, serta materi mengenai zakat dan sedekah. Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga silaturahmi serta edukasi penggunaan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.
Seluruh materi disampaikan oleh guru-guru SMPN 16 Makassar yang bertindak sebagai pemateri sekaligus pembimbing selama kegiatan berlangsung.
Tidak hanya teori, para siswa juga melakukan praktik langsung agar nilai-nilai yang dipelajari dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini berlangsung dengan tertib dan penuh antusias dari para peserta.
Menariknya, pihak sekolah juga memberikan pembinaan kerohanian bagi siswa yang beragama Kristen secara terpisah. Langkah ini menunjukkan komitmen SMPN 16 Makassar dalam menjaga nilai toleransi dan kebersamaan di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan ini, SMPN 16 Makassar berharap para siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius, beretika, dan mampu menjadi generasi yang bertanggung jawab di tengah masyarakat. ( * )



Tinggalkan Balasan