LUWU UTARA – Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, hadir sebagai narasumber utama dalam acara Seminar Kebangsaan yang digelar baru-baru ini.

Dalam pemaparannya, orang nomor satu di Luwu Utara tersebut menekankan pentingnya menjaga prinsip inklusivitas serta memperkuat implementasi sinergi berbasis pentahelix demi mendorong kemajuan daerah dan merawat persatuan bangsa.

Di hadapan para peserta seminar yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat, akademisi, pemuda, dan tokoh lintas sektor, Bupati Andi Rahim menjelaskan bahwa pembangunan sebuah daerah tidak boleh bersifat eksklusif.

Pemerintah harus membuka ruang yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang. Menurutnya, inklusivitas adalah fondasi utama untuk menciptakan keadilan sosial sekaligus memperkokoh semangat kebangsaan.

“Pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang inklusif, di mana tidak ada satu pun kelompok masyarakat yang ditinggalkan (no one left behind). Kebijakan yang ramah terhadap semua golongan akan memperkuat rasa kepemilikan masyarakat terhadap daerahnya, yang pada akhirnya bermuara pada stabilitas dan rasa cinta tanah air,” tegas Andi Rahim.

Selain isu inklusivitas, Bupati Andi Rahim juga menggarisbawahi pentingnya model kolaborasi pentahelix sebagai instrumen strategis dalam menjawab tantangan pembangunan modern dan pengelolaan potensi daerah. Konsep pentahelix yang melibatkan sinergi dinamis antara lima unsur utama—yakni Pemerintah, Akademisi/Pakar, Sektor Swasta/Dunia Usaha, Komunitas/Masyarakat, dan Media dinilai menjadi kunci akselerasi berbagai program prioritas di Luwu Utara.

Pendekatan pentahelix ini sebelumnya telah sukses diterapkan Pemerintah Kabupaten Luwu Utara dalam berbagai program strategis, mulai dari penyusunan dokumen perencanaan daerah (Musrenbang RKPD), penanganan isu lingkungan seperti kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) bersama Bappenas, percepatan penurunan angka stunting, hingga upaya pengembalian kejayaan sektor komoditas unggulan daerah seperti jeruk Malangke dan kakao lestari.

Melalui momentum Seminar Kebangsaan ini, Bupati Andi Rahim mengajak seluruh stakeholder untuk melepaskan ego sektoral dan mulai mengadopsi pola kerja kolaboratif yang lebih masif.

Menurutnya, sinergi yang kokoh antara kelima pilar pentahelix akan melahirkan inovasi, mempercepat pemecahan masalah, serta memastikan program pemerintah berjalan lebih efektif, transparan, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Acara seminar berlangsung interaktif dan mendapat apresiasi positif dari para peserta yang menilai visi kepemimpinan Bupati Andi Rahim sangat relevan dengan kebutuhan penataan daerah yang adaptif, partisipatif, dan berwawasan kebangsaan.