LUWU UTARA – Upaya Pemerintah Kabupaten Luwu Utara mempercepat pemulihan infrastruktur pascabanjir mendapat respons positif dari pemerintah pusat. Saat meninjau langsung kondisi Jembatan Pombakka di Desa Pombakka, Kecamatan Malangke Barat, Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak daerah kepada Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, Andi Eviana.

Andi Rahim menjelaskan Jembatan Pombakka merupakan akses vital yang menghubungkan aktivitas masyarakat, termasuk jalur distribusi kebutuhan pokok dan hasil pertanian warga. Kerusakan yang terjadi akibat banjir dinilai berdampak langsung terhadap mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Jembatan ini sangat penting bagi masyarakat. Kerusakan yang terjadi bukan hanya mengganggu akses warga, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi dan distribusi kebutuhan masyarakat. Karena itu kami berharap ada dukungan dan perhatian dari pemerintah pusat agar penanganannya bisa dipercepat,” ujar Andi Rahim.

Selain menyampaikan kondisi jembatan, Bupati juga memaparkan perkembangan penanganan banjir yang dilakukan pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BPBD, relawan, dan berbagai pihak lainnya. Ia menegaskan bahwa kebutuhan geobag atau jumbo bag masih menjadi salah satu kebutuhan mendesak di lapangan untuk penanganan titik-titik rawan banjir dan penguatan tanggul.

Menanggapi usulan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Luwu Utara, Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, Andi Eviana, memastikan bahwa hasil peninjauan di Jembatan Pombakka akan segera dilaporkan dan ditindaklanjuti di tingkat BNPB.

“Apa yang menjadi usulan Pemerintah Kabupaten Luwu Utara akan kami bawa dan tindak lanjuti di BNPB sesuai mekanisme yang ada. Ini menjadi perhatian kami karena menyangkut akses dan aktivitas masyarakat,” tegas Andi Eviana.

Menurut Andi Eviana, kunjungan lapangan dilakukan untuk memastikan dukungan pemerintah pusat dapat disesuaikan dengan kebutuhan riil daerah terdampak bencana. Karena itu, BNPB tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan pemulihan infrastruktur yang terdampak bencana.

“Kehadiran kami di sini bukan sekadar menyerahkan bantuan, tetapi juga memastikan berbagai kebutuhan yang menjadi prioritas daerah dapat terpetakan dengan baik untuk ditindaklanjuti. Kami melihat pemerintah daerah bergerak cepat bersama TNI, Polri, BPBD Provinsi Sulawesi Selatan, dan seluruh unsur terkait. Sinergi seperti ini sangat penting agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan efektif,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Selatan, Amson Padolo, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk terus mendukung upaya penanganan banjir di Luwu Utara melalui bantuan logistik, peralatan kebencanaan, perahu karet, terpal, serta dukungan koordinasi lintas sektor selama masa tanggap darurat.